Categories
Uncategorized

Yuk Belajar Digital Marketing

Pekan lalu perwakilan tim Inagata mengikuti pelatihan Digital Marketing oleh pemateri Haris Hogan dari Mebiso.com. Pelatihan yang berlangsung di kantor Inkubator PENS ini dilaksanakan dalam 2 hari pertemuan hari Selasa, 18 Juni 2019 dan Rabu, 19 Juni 2019. Materi dimulai dari penjabaran tentang macam-macam produk konsumen, sebelum kita terjun langsung menjual produk kita nih kita harus tahu produk kita termasuk dalam kategori apa. Jadi produk itu dibagi 4 macam:

  1. Produk khusus yaitu produk yang konsumennya dianggap khusus sehingga membelinya perlu usaha khusus. Kategori produk ini memiliki segmen pelanggan menengah keatas dengan profit yang tinggi namun memiliki masalah dalam cara menjualnya. Contohnya paket traveling dunia, produk ini mempunyai harga yang mahal sekali dengan distribusi hanya ada di outlet tertentu. Cara promosi poduk ini biasanya dikemas dengan bentuk unik, otentik dan biasanya dibutuhkan untuk peningkatan strata sosial. Pelanggan sangat loyal dalam membeli produk ini namun, mereka hanya akan membeli jika tertarik dengan terlebih dahulu mensurvey atau membandingkan dengan produk serupa lainnya.
  2. Produk tak terfikirkan yaitu produk yang sering tidak terpikir untuk dibeli oleh konsumen. Contoh dari produk kategori ini adalah pembelian lahan kuburan mewah, dengan harga yang bervariasi dengan rentang harga sedang sampai mahal, distribusi ataupun promosinya dilakukan dengan pengenalan dan edukasi produk secara mendetail. Loyalitas pelanggan tergantung pengenalan dan edukasi yang kita berikan dalam berpromosi karena produk kategori ini dapat tergantikan dengan merek lain. Pembeli sangat jarang jadi mereka akan sangat membandingkan saat membeli. Sebagai produsen kita akan memiliki permasalahan dalam menjualnya kepada segmen pelanggan menengah keatas, dan produk ini dipastikan memiliki profit tinggi.
  3. Produk belanjaan yaitu produk yang selalu dibeli untuk memenuhi kebutuhan sekunder konsumen. Konsumen cenderung kan melihat deskripsi barang sebelum membeli melalui perbandingan dengan produk lain atau membaca review pembeli sebelumnya. Segmen pelanggan untuk produk ini pada kelas menengah dengan profit sedang. Contohnya televisi, produk ini dapat dibeli dengan harga sedang atau terjangkau, banyak terdapat di outlet tertentu. Perbedaan dengan produk lain sangat penting untuk produk ini karena merek masih dapat tergantikan dengan merek lain. Pembeli biasanya membeli jika butuh saja dengan membandingkan beberapa produk.
  4. Produk harian yaitu produk yang memenuhi kebutuhan sehari-hari, dibutuhkan secara luas oleh konsumen, sering dibeli dan mudah didapat. Tentu saja segmen pelanggan produk kategori ini pada semua kelas dengan profiit rendah produsen harus bertahan dengan permasalahan banyaknya yang menjual produk ini. Contoh produknya sembako yang relatif murah dan terjangkau. Distribusi produk ini ada dimana saja, dengan promosi yang mengedepankan brand harus terkenal. Karena dengan banyaknya pelanggan yang mengenal merek maka akan sulit tergantikan dengan merek lain. Kebiasaan pembeli sering membeli produk ini, dengan cara mudah membelinya namun hanya sebentar.

Jadi kenapa pelanggan harus membeli produk kita? Kita harus meyakinkan pelanggan dengan mendefinisikan keuntungan membeli atau menggunakan produk kita. Oleh karena itu kita akan belajar tentang value proposition, apa itu value proposition?, jadi…value proposition ini adalah proposisi nilai keuntungan yang didapatkan customer dari produk dan service yang kita tawarkan. Value proposition ini berguna untuk menggaet customer kita, jadi kita dapat mencari calon pembeli sebanyak yang kita inginkan kemudian yakinkan calon pembeli kita dengan keuntungan yang akan mereka dapat, ubah mereka menjadi pembeli kita, setelah itu dorong mereka untuk jadi pelanggan kita.

Mencari calon pembeli tidak semerta-merta kita menjual asal-asalan. Harus ada target untuk setiap hari, bulan, atau tahunnya berapa keuntungan yang kita butuhkan untuk menutupi biaya produksi dan laba yang harus kita dapatkan. Dengan cara apa? Targetkan berapa banyak calon pembeli kita dengan menentukan harga dan kebutuhan kita.

Value proposition harus memiliki beberapa elemen yaitu:

  1. Deskripsi mengenai produk/ jasa
  2. Manfaat utama dari produk/jasa untuk target pelanggan
  3. Target pelanggan yang jelas
  4. Faktor diferensiasi/perbedaan dengan produk lain

Contoh membuat Value Proposition :

(Nama Produk Kita) adalah (Apa yang Kita Jual). Tidak seperti (Kompetitor), kita menawarkan (Keunggulan kita). Untuk (Customer utama kita), kita punya (Keunggulan lagi).

Contoh penulisan Value Proposition:

Batikids Boutique adalah butik yang menjual pakaian batik untuk anak-anak. Tidak seperti produk batik lainnya yang membosankan, kita membuat desain batik yang disukai anak-anak. Untuk anak-anak di bawah 12 tahun batik dari Batikids Boutique bisa digunakan untuk acara formal dan santai.

Setelah itu kita tentukan customer segment kita, Apa itu customer segment? Customer segment adalah penggolongan orang-orang yang mungkin tertarik dengan value proposition bisnis kita. Langkah ini adalah mencari orang-orang yang mungkin tertarik dengan value yang kita tawarkan. Kelompok target konsumen yang akan atau sedang kita bidik untuk menjadi pelanggan kita. Kategori di dalam customer segment dibagi 5 macam yaitu :

  1. Mass market : segment pasar luas dengan jenis kebutuhan dan masalah yang sama
  2. Niche market : segmen pasar yang spesifik
  3. Segmented : segmen pasar yang memiliki kebutuhan berbeda namun tetap dalam satu kategori
  4. Diversified : segmen pasar yang memiliki kebutuhan atau masalah yang sangat berbeda
  5. Multi-sided platform : melayani dua atau lebih pasar segmen yang saling tergantung

Sudah???? belum yuk lanjut….

Customer value optimization ada 4 macam yang harus kita mengerti untuk menawarkan produk kita.

  1. Lead magnet : penawaran gratis yang produsen berikan pada konsumen untuk ditukarkan dengan database mereka ex: email, nama ataupun nomor hp
  2. Top wire : produk pertama yang murah dengan tujuan modal iklan dan mengubah leads menjadi customer.
  3. Core offer :  penawaran inti yang produsen tawarkan profit
  4. Maximizer : penawaran tambahan yang produsen lakukan untuk mendapatkan tambahan profit

Menentukan target revenue akan jadi bahasan selanjutnya, target revenue digunakan aga kita punya target yang jelas. Tips membuat target revenue adalah :

  1. Pastikan target tersebut spesifik dalam angka
  2. Ada periode waktu saat menentukan target revenue tersebut
  3. Buatlah target revenue yang dapat terukur sehingga bisa  dievaluasi
  4. Pastikan target revenue bukan hanya dipikirkan, melainkan ditulis dan diinfokan targetnya ke semua tim yang terlibat.

Jadi… kita harus tahu produk yang akan kita jual dengan detail. Apa yang akan kita jual, apa keuntungannya, kenapa pembeli harus membelunya, dimana pasar kita, siapa tim kita nantinya, serta rencana yang matang. Ada beberapa kesalahan produsen saat monetizing seperti :

  • Menjual produk yang tidak dibutuhkan
  • Tidak membuat rencana penjualan yang baik
  • Marketnya tidak tepat
  • Tidak mempelajari hal-hal yang baru
  • Monetizing asal-asalan
  • Tidak mempersiapkan amunisi perang
  • Semuanya dikerjakan sendiri

Yuk kita belajar bersama untuk lebih bermanfaat 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.